Daftar berikut memakai nama yang biasa diketikkan orang di kolom pencarian. Setiap ringkasan menjelaskan sumbangan pemeriksaan darah terhadap gambaran penyakit itu; tidak ada satu pun yang menegakkan diagnosis sendiri, karena pemeriksaan fisik dokter dan bila perlu pencitraan yang melengkapinya.
Anemia defisiensi besi
Penyebab anemia paling sering di Indonesia, terutama pada remaja putri, ibu hamil, dan wanita dengan haid banyak. Hemoglobin rendah bersama MCV yang mengecil mengarahkan dugaan, sedangkan ferritin dan saturasi transferin yang memastikan cadangan besi benar-benar kosong.
HemoglobinVolume eritrosit rata-rataLebar distribusi eritrositFerritinSaturasi transferin
Talasemia dan pembawa sifat talasemia
Kelainan bawaan yang cukup banyak di Indonesia dan sering tertukar dengan kekurangan besi karena sel darah merahnya sama-sama kecil. Petunjuknya adalah MCV sangat rendah padahal ferritin normal; kepastiannya hanya dari elektroforesis hemoglobin dan riwayat keluarga.
Volume eritrosit rata-rataHemoglobinEritrositFerritinLebar distribusi eritrosit
Anemia kekurangan vitamin B12 dan asam folat
Sering datang dengan lemas, lidah terasa panas, dan kesemutan di tangan atau kaki. MCV yang membesar membuat arah pemeriksaan bergeser ke sini, lalu kadar vitamin B12 dan asam folat menunjukkan vitamin mana yang kurang.
Volume eritrosit rata-rataVitamin B12Asam folatHemoglobin
Demam berdarah dengue
Pada demam hari ketiga sampai kelima, kombinasi trombosit yang turun cepat, hematokrit yang naik, dan leukosit yang justru rendah sangat khas. Yang menentukan bukan satu hasil, melainkan arah perubahannya pada pemeriksaan berulang tiap hari beserta kondisi klinis pasien.
TrombositHematokritLeukositLimfosit
Demam tifoid
Demam yang naik bertahap lebih dari seminggu membuat tifoid masuk pertimbangan. Darah lengkap biasanya menunjukkan leukosit normal atau rendah dengan monosit meninggi, tetapi pembuktiannya perlu kultur darah atau pemeriksaan serologi, bukan darah lengkap saja.
LeukositMonositTrombositLaju endap darah
Infeksi bakteri akut dan peradangan
Pemeriksaan darah membantu menjawab seberapa berat peradangannya dan lebih condong ke bakteri atau ke virus. CRP tinggi bersama neutrofil yang meninggi lebih cocok dengan infeksi bakteri, sedangkan limfosit yang relatif naik lebih sesuai dengan infeksi virus.
C-reactive proteinLeukositNeutrofil segmenLimfositLaju endap darah
Prediabetes dan diabetes tipe 2
Gula darah puasa, gula darah dua jam setelah makan, dan HbA1c bersama-sama menggambarkan bagaimana metabolisme gula berjalan selama berbulan-bulan. Hasil yang berada di batas harus diulang dan dinilai dokter sebelum dijadikan diagnosis.
Gula darah puasaGula darah 2 jam setelah makanHemoglobin A1cTrigliserida
Resistensi insulin dan sindrom metabolik
Lingkar perut, tekanan darah, dan hasil laboratorium membentuk gambaran ini bersama-sama. Pada lembar hasil biasanya menonjol trigliserida tinggi dengan HDL rendah, HbA1c yang mulai naik, dan gamma-GT yang sedikit meninggi.
TrigliseridaKolesterol HDLHemoglobin A1cGula darah puasaGamma-GT
Dislipidemia
Kolesterol dan trigliserida tinggi hampir tidak menimbulkan keluhan, jadi nyaris selalu ketahuan lewat MCU. Yang menentukan bukan kolesterol total, melainkan kadar LDL yang dinilai menurut risiko penyakit jantung masing-masing orang.
Kolesterol LDLKolesterol HDLTrigliseridaKolesterol total
Perlemakan hati non-alkohol
Penyebab paling umum SGPT yang meninggi ringan pada hasil MCU dan biasanya ditemukan tanpa sengaja. Kemungkinannya bertambah bila SGPT dan gamma-GT naik bersamaan dengan trigliserida tinggi dan HbA1c yang mulai bergerak; kepastiannya dari USG perut.
SGPTGamma-GTTrigliseridaHemoglobin A1cSGOT
Hepatitis B kronik
Prevalensinya masih tinggi di Indonesia dan sering berjalan bertahun-tahun tanpa keluhan. Status infeksinya hanya ditentukan pemeriksaan HBsAg dan penanda virus lain, sementara SGPT, albumin, dan trombosit menggambarkan seberapa jauh hati sudah terpengaruh.
SGPTSGOTAlbuminTrombositBilirubin total
Sumbatan saluran empedu
Mata menguning, kulit gatal, dan air seni berwarna gelap mengarah ke sini. Pada hasil lab, alkali fosfatase dan gamma-GT naik bersamaan dan sebagian besar kenaikan bilirubin berasal dari bilirubin direk; letak sumbatannya hanya terlihat lewat pencitraan.
Alkali fosfataseGamma-GTBilirubin direkBilirubin totalSGPT
Penyakit ginjal kronik
Ginjal bisa kehilangan fungsinya bertahun-tahun tanpa keluhan sedikit pun. Penurunan eGFR yang bertahan minimal tiga bulan bersama kebocoran protein di urine yang menentukan stadiumnya; satu hasil kreatinin saja tidak cukup untuk itu.
KreatininLaju filtrasi glomerulus perkiraanUreumKaliumHemoglobin
Asam urat tinggi dan gout
Asam urat tinggi saja belum berarti gout, sebab banyak orang tidak pernah mengalami serangan. Saat serangan berlangsung asam urat bahkan bisa terlihat normal, sedangkan CRP dan leukosit mencerminkan peradangan yang terjadi di sendi.
Asam uratC-reactive proteinLeukositKreatininLaju endap darah
Hipotiroid dan hipertiroid
Lemas, berat badan naik, dan tidak tahan dingin mengarah ke tiroid yang kurang aktif; berdebar, gelisah, dan berat badan turun ke arah sebaliknya. TSH adalah petunjuk pertama, sedangkan free T4 menunjukkan seberapa berat gangguan itu.
Hormon perangsang tiroidFree T4Kolesterol totalHemoglobin
Kekurangan vitamin D
Dikaitkan dengan nyeri tulang, otot lemah, dan rasa lelah, dan ternyata tetap umum di negara tropis seperti Indonesia. Yang diukur adalah bentuk simpanannya, yaitu vitamin D 25-OH, sementara alkali fosfatase memperlihatkan apakah metabolisme tulang sudah ikut terganggu.
Vitamin D 25-OHAlkali fosfataseProtein total